Jumat, 30 September 2016

Keluh Kesah Seorang Kuli Bangunan

Aku awali kisah ku sebagai pekerja kasar atau boleh dibilang aku sebagai kuli bangunan tepatnya di kota Jombang propinsi Banten.

Awal nya bulan mei aku berangkat dari Kota tempat aku tinggal yaitu dari Kota Temanggung menuju kota Jombang propinsi Banten bertujuan untuk bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah perhari di gaji 90ribu rupiah.

Bagi saya uang segitu dibilang cukup ya cukup dibilang kurang ya memang kurang .karena disana biaya hidup tergolong sangat mahal di banding kota Temanggung Jawa Tengah.

Dengan mendapatkan uang segitu memang benar-benar penuh makna.dengan bekerja keras dari jam 8pagi hingga jam 5sore tapi semua apa yang aku lalui aku benar-benar iklas dalam bekerja karena apa yang aku harapkan dari gaji 90ribu benar benar halan dan berkah itu saja harapan saya.

Betapa berartinya banget uang 90ribu bagi saya
Kini uang 90ribu benar benar punya makna yang tak dapat aku lupakan sampai saat ini .hingga menyeret aku untuk cuthat kisah ini dalam sebuah Blogger.
Tapi tak apa-apa aku tidak malu karena ini kenyataan.

Pagi ini, hari minggu minggu saya mendapatkan pikiran kurang enak dari sebuah ucapan seseorang mengenai hal tentang pekerjaan dan kejadian yang ada dalam lokasi pekerjaan saya .
Terus terang saja memang saya merasa sedikit sakit hati .Sehingga menjadikan aku ingin pulang ke kampung.

Bagi dia masalah sepele tapi bagi saya yang menerima  nya sangat berat banget dan menjadi beban pikiran.
Karena apa aku sadar aku cuma melahir kan perasaan kasihan pada diri saya sendiri hingga sampai aku menangis dalam hati .
Dalam rintihan hati saya adalah .
oh kenapasih dengan saya ini' kenapa sih hidup yang aku jalani begini banget kenapa aku rendah banget dimata orang lain.sehingga dua masalah tertuju pada diriku.padahal diriku tidak melakukan apa yang dia masalahkan .oh apakah memang harus melalui cobaan ini demi mendapat sembilan puluh ribu betapa berartinya uang ini sehingga harus mengisah kan perasaan yang sangat dalam.
Sehingga aku tenggelam dalam kesedihan seperti ini.

Tapi tak'apalah itu memang kekalahan diriku. Tetapi yang pasti hati nuraniku masih hidup dan aku yakin seyakin yakinnya bahwa Allah selalu mengetahui semua nya.
Mana yang benar dan mana salah
Mana yang jujur dan mana yang tidak jujur.
Kita hanyalah sebagai manusia yang lemah dan tak lepas dari segala kesalah .
kita hanya bisa pasrah diri di hadapan Allah.

Yang pasti semua ini pasti ada hikmahnya.karena setiap perbuatan sekecil apapun di mata Allah pasti ada catatan nya .kita hanyalah bisa pasrah.dan berdoa kepada Allah.

Para saudara semua yang berkenan dan sudi membaca curhat saya ini saya ucapkan banyak terimasih .karna kurang lebih cerita ini memang cukup sederhana sekali tidak ada kata kata motifasinya sama sekali dan cerita ini sangatlah lugu dan acak acakan banget karena karena tak lain ini kisah yang sedang saya alami sekarang ini.
Kurang lebihnya dari saya mohon maaf karena cerita ini aku ungkapkan dalam sebuah blogger.

0 komentar:

Posting Komentar